Panti Asuhan “Umar Bin Khottob”
Cepokokuning Batang
Sadar
akan tanggung jawab sebagai bangsa yang merdeka dan sedang membangun,
juga sebagai manusia muslim yang dituntut pertanggungjawabannya di sisi
Allah SWT di akhirat kelak, maka setelah mengetahui bahwa di
sekeliling kami banyak anak-anak yatim dan terlantar, maka sejak
Agustus 1979 pengurus Aisyiyah se Daerah Kabupaten Batang dari Pengurus
Ranting, Cabang serta Pengurus Daerah bersepakat untuk mengadakan
santunan kepada mereka secara poste care. Manfaat dari santunan tersebut adalah, bahwa mereka masih tetap berada dalam kehangatan keluarga.
Mula-mula
jumlah yang disantuni 45 orang anak. Adapun bantuan yang kami berikan
yakni: beras, keperluan sekolah (alat tulis, SPP, sepatu dan seragam).
Dana dihimpun dari berbagai sumber antara lain jimpitan dan kalengan
dari pengajian-pengajian, zakat, donatur dan bantuan lain yang tidak
terduga. Dana tersebut digali dan dikelola dari masing-masing ranting.
Program
tersebut memperoleh sambutan dari sejumlah kalangan, baik pemerintah
maupun lembaga-lembaga swasta dan LSM dari dalam maupun luar negeri.
Pada
tanggal 15 Oktober 1980 memperoleh bantuan uang dari Kerajaan Negeri
Belanda sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah).. Bantuan tersebut
diterima pada September 1980. Uang tersebut digunakan untuk membeli
tanah persawahan seluas 130 are dan 40 ekor kambing.
Duta
Besar Negeri Belanda dan Nyonya de Vos van Steenwijk pada hari Jumat,
27 Mei 1988 mengunjungi Pimpinan Daerah Aisyiyah Batang untuk beramah
tamah selama 30 menit, menanyakan tentang perkembangan proyek
kemanusiaan tersebut.
Kambing
tersebut diberikan kepada anak-anak di daerah Tersono dan Limpung
dengan ketentuan, setelah anak tersebut mengembalikan dua ekor anakan
kambing, maka induknya menjadi hak pemelihara.
Pada
perkembangan berikutnya, jumlah anak yang disantuni mengalami
peningkatan. Tahun 1985 jumlah anak yang disantuni menjadi 135 orang.
Panti Karya “Tunas Melati”
Pimpinan
Daerah Aisyiyah Batang Bagian Pembina Kesejahteraan Umat (sekarang
diganti Pembina Kesejahteraan Sosial – PKS) pada tanggal 1 Oktober 1990 M
bertepatan 12 Rabiulawwal 1411 H mulai menampung anak-anak untuk
dididik dalam Proyek Panti Karya “TUNAS MELATI” yang berlokasi di Desa
Cepokokuning di atas areal tanah seluas 1 (satu) hektar.
Kelompok sasaran adalah anak-anak yatim dan atau drop out.
Target yang hendak dicapai, menjadikan mereka sebagai muslim yang
mandiri dan diharapkan menjadi kader Muhammadiyah dan kader pembangunan
di pedesaan. Pendidikan yang diberikan meliputi bidang pertanian,
peternakan, agama dan wirausaha.
Susunan
Pengurus Panti Karya “Tunas Melati” saat itu sebagai berikut: H.
Soeharto, Drs. Shihabuddin, Jumadi (ketua), Harto, BA (sekretaris), Ny.
Chamim Thoha (bendahara), dan sejumlah seksi antara lain:
Ibu Murifah, Asrori (sie usaha), Yanto Sumarno, BSc, Ir. Joko Purwanto,
Drs. Sholikhin Hayat, Drs. Sugito Hadisastro (sie pendidikan)
Mashruddin, Nur Suparno, Ibu Mawardi (umum)
Mulai
tahun 1994 orientasi proyek diperbaharui. Panti tidak lagi menangani
remaja putus sekolah, namun menampung dan menyantuni anak-anak yatim dan
dhuafa. Mereka disekolahkan dan dibimbing secara intensif. Jenjang
pendidikan diberikan sesuai dengan kemampuan akademis anak asuh. Jika
memungkinkan, anak dimasukkan ke Perguruan Tinggi.
SUMBER:
Surat
Pimpinan Daerah Aisyiyah Batang Bagian PKU tertanggal 24 Rabiulawwal
1411 H, bertepatan 14 Oktober 1990 yang ditanda tangani Ibu Chikmah
Mohamad (Ketua) dan Ibu Chadliri Mashal (sekretaris).
2021 ford escape titanium hybrid at best price
BalasHapus2021 ford escape snow peak titanium spork titanium hybrid at best price. babyliss pro titanium All our premium 2019 Ford Fiesta, Lexus titanium jewelry piercing XR, McLaren NSF, and the fallout 76 black titanium F1. 2021: For D-Fee D-Fee D-Fee D-Fee titanium pots and pans