Selasa, 23 April 2013

PANTI ASUHAN AISYIYAH “UMAR BIN KHOTTOB”

Panti Asuhan “Umar Bin Khottob”

Cepokokuning Batang




            Sadar akan tanggung jawab sebagai bangsa yang merdeka dan sedang membangun, juga sebagai manusia muslim yang dituntut pertanggungjawabannya di sisi Allah SWT di akhirat kelak, maka setelah mengetahui bahwa  di sekeliling kami banyak anak-anak yatim dan terlantar, maka sejak Agustus 1979 pengurus Aisyiyah se Daerah Kabupaten Batang dari Pengurus Ranting, Cabang serta Pengurus Daerah bersepakat untuk mengadakan santunan kepada mereka secara poste care. Manfaat dari santunan tersebut adalah, bahwa mereka masih tetap berada dalam kehangatan keluarga.
            Mula-mula jumlah yang disantuni 45 orang anak. Adapun bantuan yang kami berikan yakni: beras, keperluan sekolah (alat tulis, SPP, sepatu dan seragam). Dana dihimpun dari berbagai sumber antara lain jimpitan dan kalengan dari pengajian-pengajian, zakat, donatur dan bantuan lain yang tidak terduga. Dana tersebut digali dan dikelola dari masing-masing ranting.
            Program tersebut memperoleh sambutan dari sejumlah kalangan, baik pemerintah maupun lembaga-lembaga swasta dan LSM dari dalam maupun luar negeri.
            Pada tanggal 15 Oktober 1980 memperoleh bantuan uang dari Kerajaan Negeri Belanda sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah).. Bantuan tersebut diterima pada September 1980. Uang tersebut digunakan untuk membeli tanah persawahan seluas 130 are dan 40 ekor kambing.
Duta Besar Negeri Belanda dan Nyonya de Vos van Steenwijk pada hari Jumat, 27 Mei 1988 mengunjungi Pimpinan Daerah Aisyiyah Batang untuk beramah tamah selama 30 menit, menanyakan tentang perkembangan proyek kemanusiaan tersebut.
            Kambing tersebut diberikan kepada anak-anak di daerah Tersono dan Limpung dengan ketentuan, setelah anak tersebut mengembalikan dua ekor anakan kambing, maka induknya menjadi hak pemelihara.
            Pada perkembangan berikutnya, jumlah anak yang disantuni mengalami peningkatan. Tahun 1985 jumlah anak yang disantuni menjadi 135 orang.

Panti Karya “Tunas Melati”
Pimpinan Daerah Aisyiyah Batang Bagian Pembina Kesejahteraan Umat (sekarang diganti Pembina Kesejahteraan Sosial – PKS) pada tanggal 1 Oktober 1990 M bertepatan 12 Rabiulawwal 1411 H mulai menampung anak-anak untuk dididik dalam Proyek Panti Karya “TUNAS MELATI” yang berlokasi di Desa Cepokokuning di atas areal tanah seluas 1 (satu) hektar.
Kelompok sasaran adalah anak-anak yatim dan atau drop out. Target yang hendak dicapai, menjadikan mereka sebagai muslim yang mandiri dan diharapkan menjadi kader Muhammadiyah dan kader pembangunan di pedesaan. Pendidikan yang diberikan meliputi bidang pertanian, peternakan, agama dan wirausaha.
Susunan Pengurus Panti Karya “Tunas Melati” saat itu sebagai berikut: H. Soeharto, Drs. Shihabuddin, Jumadi (ketua), Harto, BA (sekretaris), Ny. Chamim Thoha (bendahara),  dan sejumlah seksi antara lain: Ibu Murifah, Asrori (sie usaha), Yanto Sumarno, BSc, Ir. Joko Purwanto, Drs. Sholikhin Hayat, Drs. Sugito Hadisastro (sie pendidikan) Mashruddin, Nur Suparno, Ibu Mawardi (umum)
Mulai tahun 1994 orientasi proyek diperbaharui. Panti tidak lagi menangani remaja putus sekolah, namun menampung dan menyantuni anak-anak yatim dan dhuafa. Mereka disekolahkan dan dibimbing secara intensif. Jenjang pendidikan diberikan sesuai dengan kemampuan akademis anak asuh. Jika memungkinkan, anak dimasukkan ke Perguruan Tinggi.


SUMBER:
Surat Pimpinan Daerah Aisyiyah Batang Bagian PKU tertanggal 24 Rabiulawwal 1411 H, bertepatan 14 Oktober 1990 yang ditanda tangani Ibu Chikmah Mohamad (Ketua) dan Ibu Chadliri Mashal (sekretaris).

Laporan Kegiatan Aisyiyah Daerah Batang Bagian PKU tertanggal 27 Agustus 1985 yang ditanda tangani Ibu Chikmah Mohamad (ketua) dan Ibu Soekandung (sekretaris).

1 komentar:

  1. 2021 ford escape titanium hybrid at best price
    2021 ford escape snow peak titanium spork titanium hybrid at best price. babyliss pro titanium All our premium 2019 Ford Fiesta, Lexus titanium jewelry piercing XR, McLaren NSF, and the fallout 76 black titanium F1. 2021: For D-Fee D-Fee D-Fee D-Fee titanium pots and pans

    BalasHapus